Jumat, 07 Oktober 2011

Poros Penggerak

Poros Penggerak

Kegunaan : Meneruskan putaran / tenaga dari transmisi ke penggerak aksel dengan sudut yang bervariasi

1. Poros penggerak ( Poros propeler )
2. Penghubung sudut ( joint )
3. Poros aksel ( Poros roda)

Persyaratan tuntutan
• Tahan terhadap momen puntir
• Dapat meneruskan putaran roda sudut yang bervariasi
• Dapat mengatasi perpanjangan / perpendekan jarak antara transmisi dan penggerak aksel ( diferensial )
• Dibuat seringan mungkin

1. Konstruksi Poros Penggerak Propeler

Kegunaan sambungan salip ( joint )
Meneruskan putaran dengan sudut yang bervariasi pada batas – batas tertentu

Kegunaan sambungan geser ( luncur )
Mengatasi akibat gerakan aksel yang berpegang terjadi perubahan jarak aksel dan transmisi

2. Konstruksi Poros Aksel ( Poros Roda ) Pada Aksel Rigrid

1. Flens Roda
2. Penahan bantalan
3. Poros aksel 4. Aksel
5. Roda gigi matahari pada diferensial

Sifat – sifat
• Poros cukup kuat meneruskan momen pusat dan diferensial ke roda ( baja khusus )
• Tahan terhadap getaran dan puntiran

3. Poros Penggerak Pada Suspensi Independen

1. Flens roda
2. Bantalan naf 3. Penghubung bola ( pot joint )
4. Poros aksel

Sifat – sifat
• Pemindahan tenaga pada sudut yang bervariasi dapat dilakukan
• Kemampuan sudut penghubung harus banyak, khususnya pada penggerak roda depan ( saat membelok )


4. Macam – Macam Konstruksi Penghubung Sudut ( Joint )
4.1. Penghubung salib ( universal joint )

Kemampuan sudut : Kemampuan penghubung meneruskan tenaga / putaran
maksimum pada sudut 150
Penggunaan : Digunakan pada kendaraan – kendaraan dengan peng-
gerak roda belakang motor di depan ( memanjang )
Sifat – sifat : Putaran poros tidak merata, jika sambungan memben-
tuk sudut besar

4.2. Penghubung Bola Peluru ( Pot Joint )

Kemampuan sudut : Dapat meneruskan tenaga / putaran pada sudut
maximum 500 ( rata – rata 300 )
Penggunaan : Pada suspensi independen
Pada aksel rigrid depan dengan penggerak roda ( 4
wheel drive )
Sifat – sifat : Kerjanya lebih stabil ( konstan )

4.3. Penghubung Fleksibel ( Flexible Joint )

• Kemampuan sudut : Dapat meneruskan tenaga / putaran roda sudut maximal
150
• Penggunaan : Pada perpanjangan poros penggerak ( propeller ) dari
transmisi
• Sifat – sifat : Dapat sedikit terpuntir guna meredam hantaran / kejutan
poros.

Kopling

KOPLING
Kopling adalah suatu mekanisme yang dirancang mampu menghubungkan dan melepas/memutuskan perpindahan tenaga dari suatu benda yang berputar kebenda lainnya.
Pada bidang otomotif ,kopling digunakan untuk memindahkan tenaga motor keunit transmisi.dengan menggunakan kopling, pemindahan gigi-gigi trasmisi dapat dilakukan, kopling juga memungkinkan motor juga dapat berputar walaupun transmisi tidak dalam posisi netral.
Gb. 1 komponen utama kopling
1. KOPLING TETAP
Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakan secara pasti (tanpa terjadi selip ), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak satu garis lurus atau dapat sedikit perbedaan sumbunya. berbeda dengan kopling tak tetap yang dapat dilepaskan dan dihubungkan bila diperlukan, maka kopling tetap selalu dalam keadaan terhubung.
MACAM-MACAM KOPLING TETAP
Kopling tetap mencakup kopling kaku yang tidak mengijinkan ketidak lurusan kedua sumbu poros, kopling luwes (fleksibel ) yang sedikit ketidak lurusan sumbu poros, dan kopling universal yang dipergunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang cukup besar.

Motor Diesel

Fungsi dasar
Sama seperti mesin bensin konvensional, motor diesel mesin pembakaran internal yang mengubah bahan bakar untuk energi mekanik yang dapat menggerakkan piston naik dan turun di dalam mesin. Piston yang terhubung ke poros mesin dapat mengubah gerakan linear piston menjadi sebuah rotasi yang mendorong roda. Kedua jenis mesin memerlukan sedikit pembakaran dari campuran bahan bakar dan  oksigen untuk melepaskan energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil.
Perbedaan antara Diesel dan Motor Bensin
Perbedaan utama antara kedua jenis mesin adalah proses dimana pembakaran internal ini terjadi. Mesin konvensional memerlukan busi sebagai sarana untuk membakar bahan bakar. Mesin diesel menggunakan suhu yang lebih tinggi untuk menciptakan kompresi udara yang lebih tinggi yang dapat menyebabkan bahan bakar terbakar dengan sendirinya tanpa bantuan busi.
Cara Kerja
Gas memanas saat dikompresi, dan ini adalah prinsip mesin diesel dalam mengandalkan penggunaan energi. Pada langkah pertama, mesin diesel membawa udara ke dalam silinder ketika piston bergerak ke arah yang berlawanan. Ketika piston kembali ke katup intake,  udara tersebut dibawa masuk dan di panaskan pada waktu yang sama. Bahan bakar kemudian disuntikkan dalam tekanan tinggi sehingga piston mencapai akhir dari kompresi. Suhu tinggi membakar udara pada bahan bakar, yang menyebabkan gas dalam ruang secara cepat meluas dan memaksa piston kembali. Ketika piston kembali, piston mendorong gas keluar dari silinder dan mengambil   udara segar lagi untuk mengulangi proses.

Keuntungan dan Kerugian

Mesin diesel bisa jauh lebih kuat daripada mesin bensin konvensional, itulah sebabnya mengapa mesin diesel digunakan untuk kendaraan besar seperti semi-truk. Mesin diesel bisa sangat efisien menuimpan bahan bakar ketika digunakan dengan benar, 15% lebih efisien dibandingkan mesin bensin biasa. Bahan bakar diesel dapat dibekukan dalam cuaca dingin dan mengarah pada suatu kondisi yang disebut “waxing” di mana mulai berubah menjadi kristal di dalam mesin dan saluran bahan bakar. Karena mesin diesel sangat bergantung pada panas dan kompresi , mesin ini sangat sulit untuk digunakan dalam cuaca dingin. Pemanas telah diciptakan kedalam mesin dalam beberapa tahun terakhir untuk membantu memecahkan masalah ini, dan bahan bakar aditif dapat membantu mencegah waxing. Salah satu masalah terbesar terhadap penggunaan mesin diesel adalah  jumlah emisi yang lebih besar yang tercipta selama operasi, terutama nitrogen oksida dan emisi hidrokarbon yang terbakar.

Rabu, 05 Oktober 2011

sistem suspensi

Sistem suspensi (kendaraan)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Komponen suspensi depan Ford Model T.
Suspensi adalah kumpulan komponen tertentu yang berfungsi meredam kejutan, getaran yang terjadi pada kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata yang dapat meningkatkan kenyamanan berkendara dan pengendalian kendaraan. Sistem suspensi kendaraan terletak di antara bodi (kerangka) dengan roda. Ada dua jenis utama suspensi yaitu :
  1. Sistem suspensi dependen atau sistem suspensi poros kaku (rigid)
  2. Sistem suspensi independen atau sistem suspensi bebas.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sistem suspensi dependen

Roda dalam satu poros dihubungkan dengan poros kaku (rigid), poros kaku tersebut dihubungkan ke bodi dengan menggunakan pegas, peredam kejut dan lengan kontrol (control arm)
Awalnya semua kendaraan menggunakan sistem ini. Sampai sekarang sebagian besar kendaraan berat seperti truck, masih menggunakan sistem ini, sedangkan kendaraan niaga umumnya menggunakan sistem ini pada roda belakang.

[sunting] Sistem suspensi independen

Antara roda dalam satu poros tidak terhubung secara langsung, masing-masing roda (roda kiri dan kanan) terhubung ke bodi atau rangka dengan lengan suspensi (suspension arm), pegas dan peredam kejut. Goncangan atau getaran pada salah satu roda tidak memengaruhi roda yang lain.
Umumnya kendaraan penumpang menggunakan sistem ini pada semua poros rodanya, sedangkan kendaraan niaga umumnya menggunakan sistem ini pada roda depan sedangkan pada poros roda belakang menggunakan sistem suspensi dependen pada poros roda belakang. Tipe MacPherson strut dan double-wishbone termasuk dalam jenis sistem ini.

[sunting] Komponen utama

[sunting] Pegas

Dengan sifat pegas yang elastis, pegas berfungsi untuk menerima getaran atau goncangan roda akibat dari kondisi jalan yang dilalui dengan tujuan agar getaran atau goncangan dari roda tidak menyalur ke bodi atau rangka kendaraan.
Beberapa tipe pegas yang digunakan pada sistem suspensi :
  • Pegas ulir (coil spring), dikenal juga dengan nama 'per keong', jenis yang digunakan adalah pegas ulir tekan atau pegas ulir untuk menerima beban tekan.
  • Pegas daun (leaf spring), umumnya digunakan pada kendaraan berat atau niaga dengan sistem suspensi dependen.
  • Pegas puntir atau dikenal dengan nama pegas batang torsi (torsion bar spring), umumnya digunakan pada kendaraan dengan beban tidak terlalu berat.

sistem kemudi

1.      Cara Kerja Sistem Kemudi
Fungsi sistem kemudi adalah untuk mengatur arah kendaraan dengan  cara membelokkan roda depan. Cara kerjanya bila steering wheel (roda kemudi) diputar, steering coulomn (batang kemudi) akan    meneruskan tenaga putarnya ke steering gear (roda gigi    kemudi).
Steering gear memperbesar tenaga putar ini sehingga dihasilkan momen puntir yang lebih besar untuk diteruskan ke steering lingkage. Steering lingkage akan meneruskan gerakan steering gear ke roda-roda depan. Jenis sistem kemudi pada kendaraan menengah sampai besar yang banyak digunakan adalah model recirculating ball dan pada kendaraan ringan yang banyak digunakan adalah model rack dan pinion. Agar sistem kemudi sesuai dengan fungsinya maka harus memenuhi persyaratan seperti berikut :
o       Kelincahannya baik.
o       Usaha pengemudian yang baik.
o       Recovery ( pengembalian ) yang halus.
o       Pemindahan kejutan dari permukaan jalan harus seminimal       mungkin.  
                                             





 


  1. Steering wheel
  2. Steering coloumn
  3. Steering gear
  4. Pitman arm
  5. Idle arm
  6. Tie rod
  7. Relay rod
  8. Knuckle arm
 

 











Gambar: 1.  Sistem kemudi model Recirculating ball

1.Steering wheel
2.Steering coulomn
3.Universal joint
4.Housing steering rack
5.Booth steer
6.Tie rod
 
Text Box:


















   
Gambar 2. Sistem kemudi model Rack dan pinion



2.      Konstruksi Sistem Kemudi
Pada umumnya konstruksi sistem kemudi terdiri dari tiga bagian utama yaitu :

a.      STEERING COULOMN.
Steering coulomn terdiri dari main shaft yang meneruskan putaran steering wheel ke steering gear dan coulomn tube yang mengikat main shaft ke body.Bagian ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan bergerigi sebagai tempat mengikatkan steering wheel dengan sebuah mur pengikat.
Bagian bawah main shaft dihubungkan dengan steering gear menggunakan flexibel joint atau universal joint yang berfungsi untuk menahan dan memperkecil kejutan dari steering gear ke steering wheel yang diakibatkan oleh keadaan jalan.
Steering coulomn harus dapat menyerap gaya dorong dari pengemudi dan  dipasangkan pada body melalui bracket coulomn tipe breakaway sehingga dapat bergeser turun pada saat terjadinya tabrakan.
Pada kendaraan tertentu,steering coulomn dilengkapi dengan :
Ø      Steering lock yang berfungsi untuk mengunci main shaft.
Ø      Tilt steering yang berfungsi untuk memungkinkan pengemudi menyetel posisi vertikal steering wheel.
Ø      Telescopic steering yang berfungsi untuk mengatur panjang main shaft,agar diperoleh posisi yang sesuai.

b.      STEERING GEAR
Steering Gear berfungsi untuk mengarahkan roda depan dan dalam waktu yang bersamaan juga berfungsi sebagai gigi reduksi untuk meningkatkan momen agar kemudi menjadi ringan.
Steering gear ada beberapa type dan yang banyak di gunakan adalah type recirculating ball dan rack and pinion.
Berat ringannya kemudi ditentukan oleh besar kecilnya perbandingan steering gear dan umumnya berkisar antara 18 sampai 20:1. Perbandingan steering gear yang semakin besar akan menyebabkan kemudi semakin ringan akan tetapi jumlah putarannya semakin banyak, untuk sudut belok yang sama.
                                    Jumlah putaran roda kemudi (derajat)
            Perbandingan steering gear =        -----------------------------------------------
               (tipe recirculating ball)                  Jumlah gerakan pit man arm (derajat)


                                    Jumlah putaran roda kemudi (derajat)
            Perbandingan steering gear =        -----------------------------------------------
                  (tipe rack and pinion)                 besarnya sudut belok roda depan(derajat)


a)     Tipe Recirculating Ball


 















Gambar 3. Steering gear tipe recirculation ball
     
Cara kerja :
Bila roda kemudi diputar, maka gerakan ini diteruskan ke worm shaft/poros cacing, sehingga Nut (mur) kemudi akan bergerak mendatar kekiri atau kanan. Sementara nut bergerak, sektor shaft juga akan ikut berputar menggerakkan pitman arm yang diteruskan ke roda depan melalui batang-batang kemudi/steering linkage.
b)     Tipe rack and pinion
           
Text Box:

1.       Ball joint
2.       Tie rod
3.       Pinion
4.       Rack
5.       Karet Penutup (Booth)
6.       Joint Peluru









                       
Gambar  4. Steering gear tipe rack dan pinion

Cara kerja :
Bila roda kemudi diputar, maka gerakan diteruskan ke roda gigi pinion. Roda gigi pinion selanjutnya akan menggerakkan roda gigi rack searah mendatar. Gerakan rack ini diteruskan ke steering knuckle melalui tie rod sehingga roda membelok.

c)      Steering linkage
Steering linkage terdiri dari rod dan arm yang meneruskan tenaga gerak dari steering gera ke roda depan. Gerakan roda kemudi harus diteruskan ke roda-roda depan dengan akurat walaupun mobil bergerak naik turun. Ada beberapa tipe steering linkage yaitu :



1)     Steering linkage untuk suspensi rigid
Steering linkage tipe ini terdiri dari pitman arm, drag link, knuckle arm, tie rod dan tie rod end. Tie rod mempunyai pipa untuk menyetel panjangnya rod.

2)     Steering linkage untuk suspensi independence.
Pada tipe ini terdapat sepasang tie rod yaitu yang disambungkan dengan relay rod (pada tipe rack dan pinion, rack berfungsi sebagai relay rod. Untuk menyetel panjangnya rod, maka dipasangkan sebuah pipa diantara tie rod dan tie rod end.